English | Bahasa Indonesia      
logo
Sistem Pelaporan Pelanggaran
Sistem Pelaporan Pelanggaran

Mekanisme pelaporan pelanggaran dilaksanakan guna menjaga reputasi dan kepercayan para pemangku kepentingan terhadap Perseroan. Sistem pengaduan dan pencatatan yang menjadi bagian dari mekanisme ini dilakukan melalui komunikasi kepada Direksi. Komunikasi ini dilakukan secara dua arah, dan diselenggarakan secara konsisten di setiap unit kerja Perseroan. Pelaporan dapat dilakukan secara lisan atau tertulis.

●    Jaminan perlindungan bagi pelapor

Perseroan wajib memberikan perlindungan bagi Pelapor dan menjamin atas kerahasiaan identitasnya. Informasi terkait Pelapor terdokumentasikan dengan baik dan hanya boleh diketahui oleh Direktur Utama atau Kepala SPI dan Komisaris Utama atau Komite Audit. Dalam hal ini, penerima pengaduan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tindak lanjut pelaporan pelanggaran.

●    Penanganan pengaduan

  1. Dalam melakukan pelaporan atas suatu pelanggaran harus dilakukan dengan itikad baik bukan karena kepentingan pribadi atau balas dendam.
  2. Mengedepankan manfaatnya untuk kepentingan bersama seluruh insan Perseroan dan para pemangku kepentingan

Pelapor membuat pengaduan/penyingkapan dan mengirimkan kepada Direktur Utama atau kepala SPI (apabila terlapor selain Direksi)

●    Pihak yang mengelola pengaduan

  1. Direktur Utama jika terlapor adalah selain Direksi,
  2. Dewan Komisaris jika terlapor adalah Direksi,
  3. Direktur Utama jika terlapor adalah Dewan Komisaris.

●    Hasil atas penanganan pengaduan

Seluruh proses investigasi atas pengaduan atau penyingkapan wajib dibuat berita acara dan dalam bentuk laporan serta ditandatangani oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses investigasi.