English | Bahasa Indonesia      
logo
Komite Audit
Komite Audit

Dalam menunjang pelaksanaan GCG, Perseroan telah membentuk Komite Audit yang bertugas membantu Dewan Komisaris berdasarkan Berita Acara Rapat Dewan Komisaris tertanggal 15 Desember 2014.

Komite Audit terdiri dari 3 orang, diketuai oleh Komisaris Independen dan dibantu oleh 2 orang anggota yang mempunyai kualifikasi yang baik sesuai dengan pengalaman dan latar belakang pendidikan mereka di bidang akuntansi dan keuangan. Seluruh anggota Komite Audit Perseroan telah memenuhi kriteria independensi yang disyaratkan dalam Peraturan Bapepam dan LK No Kep-643/BL/2012 serta Piagam Komite Audit Perseroan.

Tugas Komite Audit diantaranya adalah membantu Dewan Komisaris dalam hal pengawasan dan pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan kegiatan manajemen sehubungan dengan pengendalian risiko, dan pengawasan kegiatan-kegiatan audit yang dilakukan oleh baik auditor internal maupun auditor eksternal. 

Adapun wewenang Komite Audit antara lain adalah memiliki akses yang tidak terbatas terhadap catatan, karyawan, dana, aset serta sumber daya Perseroan lainnya yang berkaitan dengan tugasnya.

Per 26 Juni 2014, susunan Komite Audit terdiri atas:

  1. Bambang Husodo – Ketua
  2. Lieta Irawaty Sumantri – Anggota   
  3. Christina Tanuwidjaja – Anggota 

PIAGAM KOMITE AUDIT

PT POLYCHEM INDONESIA Tbk.

 

I.    UMUM

A.   DASAR HUKUM

  1. Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEp-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012.
  2. Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep. 00001/BEI/01-2014, tanggal 20 Januari 2014.
  3. Keputusan Dewan Komisaris PT Polychem lndonesia Tbk.

B.   TUJUAN

Untuk terlaksananya good corporate governance dalam Perseroan dimana pengelolaan Perseroan harus diikuti dengan pengawasan yang efektif terhadap manajemen, sehingga dapat menghindarkan Perseroan dari tindakan manajemen yang dapat merugikan Perseroan.

II.  FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG

A.   FUNGSI

Membantu Dewan Komisaris untuk mengawasi kebijakan dan tindakan Direksi untuk:

  1. Meningkatkan kualitas laporan keuangan.
  2. Meningkatkan efektivitas fungsi internal audit maupun eksternal audit.
  3. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris.
B.   TUGAS
  1. Memberikan pendapat profesional yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap laporan keuangan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris.
  2. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris seperti:
  3. Kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik untuk memastikan semua resiko yang penting telah dipertimbangkan.
    1. Efektifitas pengendalian internal perusahaan.
    2. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai resiko yang dihadapi Perseroan.
  4. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Perseroan.
  5. Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  6. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.
C.  WEWENANG
Berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh Dewan Komisaris, Komite Audit berhak untuk:
  1. Memasuki bangunan atau halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, setiap waktu dalam jam kerja kantor Perseroan.
  2. Meminta Direksi dan setiap anggota Direksi untuk memberi penjelasan tentang segala hal yang dipertanyakan oleh Komite Audit sepanjang hal tersebut sesuai dengan tugas yang dilaksanakan.
  3. Memperoleh advis dan saran profesional para ahli di luar perusahaan atas biaya Perseroan, sepanjang sesuai dengan tugas yang dilaksanakan.
  4. Memberikan rekomendasi penunjukan auditor eksternal.
  5. Mengkaji ulang laporan keuangan, termasuk laporan keuangan interim dan laporan tahunan.
  6. Mengkaji ulang kebijakan-kebijakan Perseroan dalam kaitannya dengan kepatuhan perusahaan terhadap perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundangan lainnya.
  7. Atas instruksi Dewan Komisaris melakukan penyelidikan khusus yang masih dalam ruang lingkup tugasnya.

III. TANGGUNG JAWAB

Komite Audit bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Komisaris dengan menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas.

IV.  PELAPORAN

  1. Komite Audit menyampaikan laporan atas aktivitasnya kepada Dewan Komisaris secara berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
  2. Komite Audit menyampaikan laporan pelaksanaan tugasnya selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah selesainya laporan penelaahan yang dilakukan oleh Komite Audit atas:
    1. Laporan Keuangan lnterim/Tahunan Perseroan yang mencakup hasil diskusi dengan manajemen mengenai penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan dan dengan auditor eksternal mengenai masalah-masalah yang perlu dikomunikasikan sesuai dengan standard profesi yang berlaku.
    2. Efektifitas pengendalian internal Perseroan.
    3. Kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik.
    4. Tingkat kepatuhan perusahaan terhadap perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perseroan.

 V.  RAPAT

  1. Komite Audit mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan.
  2. Agenda rapat disusun oleh Ketua Komite Audit berdasarkan masukan dari anggota Komite Audit.
  3. Tempat rapat adalah di kantor Perseroan atau di tempat yang disepakati para anggota Komite Audit.
  4. Semua rapat Komite Audit dipimpin oleh Ketua Komite Audit.
  5. Rapat Komite Audit dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota termasuk Ketua Komite Audit yang kehadirannya merupakan syarat sahnya rapat.
  6. Pengambilan keputusan harus disetujui oleh lebih dari setengah jumlah anggota Komite Audit yang hadir.
  7. Komite Audit dapat mengundang seseorang dari perusahaan atau luar perusahaan yang kehadirannya diperlukan oleh Komite Audit untuk kelancaran pelaksanaan tugas Komite Audit.
  8. Hasil Rapat Komite Audit dituangkan dalam risalah Rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Audit yang hadir.

VI. SUSUNAN DAN MASA KERJA KOMITE AUDIT 

  1. Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris.
  2. Komite Audit beranggotakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang terdiri dari sekurang-kurangnya satu orang Komisaris lndependen dan 2 (dua) orang anggota lainnya yang berasal dari luar perseroan.
  3. Anggota Komite Audit yang merupakan Komisaris lndependen diangkat sebagai Ketua Komite Audit.
  4. Masa kerja anggota Komite Audit tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris Perseroan dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.
  5. Apabila anggota Komisaris yang menjadi Ketua Komite Audit berhenti sebelum masa tugasnya sebagai Komisaris Perseroan, maka Ketua Komite Audit akan digantikan oleh Komisaris lndependen lainnya.

VII. BIAYA KOMITE AUDIT 

  1. Semua pengeluaran Komite Audit menjadi beban Perseroan.
  2. Honorarium anggota Komite Audit ditentukan oleh Dewan Komisaris Perseroan.

 

 

Jakarta, 15 Desember 2014

Komite Audit